Sabtu, 07 Agustus 2021

LELUHUR

 BAHKTI KEPADA PARA LELUHUR

            Eksistensi Leluhur bagi Umat   Hindu di Bali   merupakan bagian yang sangat peting dalam mempengaruhi kehidupan seseorang, leluhur   merupakan  orang tua kita yang berasal dari generasi kegenerasi tak terputusakan oleh waktu mereka selalu hadir bahkan menentukan perjalanan seseorang baik keselamatan, keturunan, rejeki, dan keharmonisan dalam keluarga, begitu petinya leluhur dalam kehidupan Umat Hindu di Bali beberapa babad yang menceritakan silsilah atau kisah perjalanan leluhurnya selalu menekan agar kita tat lupa dengan leluhur kita istalah balinya tak lupa dengan kawitan asal mula kita. Sebagai Umat Hindu di Bali Upacara kepada para leluhur selalu dilakukan dengan baik seperti salah satunya adalah saat hari Raya Kuningan Umuat Hindu dengan segala upaya dan pengorbananya mempersembahkan upakara dan upacara agar para leluhur kita senantiasa memberkati kesalamatn, keturunan, rejeki dan keharmonisan, namun hal itu tak cukup untuk memulikan para leluhur kita, sebagai keturunanya harus mengatahui garis leluhurnya dengan baik, kalu tidak makan bisa berdampak dalam kehidupanya, untuk mengathui garis keturunan para leluhur kita bukan suatu yang mudah betapa tidak kita harus mengathui perjalan mereka dari keturunan yang paling atas sampai paling bawah ini membutuhkan energi yang besar bahkan pengorbanan yang tak terbatas waktu belum terbatasnya sumber-sumber yang bisa kita gunakan sebagai reprensi petunjuk, namun meski demikian keturunanya tidak harus menyerah memang semua tidak mudah semua butuh pengorbanan agar apa yang kita cari memiliki makna dalam hindup ini. 

            Silsilah menjadi petunjuk yang bisa kita gunakan untuk menemukan benang merah garis keturunan kita, sebagai keturunyanya memiliki tanggung jawab untuk menemukan silsilah tersebut diberbagi sumber-sumber yang terpercaya hal ini peting dilakukan untuk bekal keturunan kita agar tak mengalami kesulita dalam mewujudkan bhaktinya kepada para leluhurnya. Leluhur kita terdahulu karena keterbatasan sarana atau kemapuan sehingga lupa untuk menuliskan perjalanya akhirnya keturunya sekarang menjadi kalang kabut dalam menemukan garis keturunan yang sebenarnya. penomena ini sering kita alami bahkan kita lihat bahwa tak keturunya kesana kemari mencari petunjuk mengenai garis keturunanya yang belum diketahui, sebagai keturunanya akan mencari hal tersebut apabila telah ada kejadian-kejadian yang diluar akal dan nalar kita, itu menjadikan keturunanya harus menelusuri jejek para leluhurnya. 

            

 

SANG CATUR SANAK

MEMOHON KESELAMATAN KEPADA SANG CATUR SANAK

Sang catur Sanak menurut satra-satra Hindu di Bali disebut sebagai saudara manusia itu sendiri yang menyertai mereka lahir kedunia ini. kita tidak boleh melupakan mereka yang sudah membatu serta menjaga ketika kita masih dalam kadungan bahkan sudah lahir, Para leluhur kita juga menyarankan bahawa kita selalu ingat  kepada Sang Catur Sanak sebab beliulah yang bisa membatu manusia bahkan menghidarkan manusia dari segala bencana dalam kehidupanya, Sang Catur Sanak akan selalu mejaga manusia yang ingat dengan mereka, sejasen/ upakara/ upacara untuk Sang Catur Sanak tidaklah terlalu sulit asalkan ada keyakinan, niat dan upaya karena Yadnya itu adalah pengorbanan dan juga persebahan yang tulus iklas jadi tak ada kata pamerih didalamnya, manusia terkadang lupa dengan jadi dirinya sediri karena diliputi oleh maya/ atau kehidupan yang penuh dengan material ini, mereka lupa dengan jati dirinya sendiri dan akibatnya bisa menimbulkan bahaya bagi dirinya sedniri, ketika bahaya itu telah tiba barulah ingat dengan sumber kehidupanya. Persembahan Kepada Sang Catur Sanak  adalah Sajikan dulu disebelah makanan kita merupakan 1(satu) genggam Nasi Lengkap dengan ikan/lauk yang dimakan. Lantar Ucapkan: ONG, ANG, YANG, MERTA SANJIWA, ANG, AH, BAYU PREMANA YE NAMAH LILANING WIGENA YE LABDA YA NAMAH SWAHA. Sebelum mengucapkan mantra ini jangan lupa memanggil Sang catur Sanak riang bhuana Agung. 

RUMPUT SUCI LALANG

 LALANG ADALAH  RUMPUT SUCI 

        Lalang adalah jenis rumput, berhelai daun panjang, meruncing di puncuk, bentuknya menyerupai bilah pedang, Jenis rumput ini disebut juga rumput alang-alang. Lebih populer disebut abengan dalam bahasa Bali. Jenis rumput ini bisa dipakai atap rumah orang. Dalam bahasa Sansekerta jenis rumput ini disebut kuca, Puncak rumput disebut kucagra. (kuca artinya rumput, Agra artinya Puncak). Jenis rumput ini banyak dipergunakan prasarana upakara pelaksankaan Upacara Agama Hindu yang memiliki fungsi sebagai alat penyucian. Cirowista atau yang disebut dengan karowista juga ada sehet mingmang merupakan jenis sarana upakara yang bahannya dari rumput Lalang, disamping itu disebut juga sabagai niyasa Siwa Lingga  Perwujudan  atau pengawak bagi orang mati yang dilaksankan pengabenan secara swasta yang berfungsi sebagai simbolis. 

        Lalang dipergunakan sebagai sarana upacara di Bali tentu ada sastra-sastra yang melatar belakanginya bukan hanya anggapan belaka yang tak punya makna, melainkan memiliki sumber-sumber yang dapat kita percayai dan kita yakini seperti Buku yang diterbitkan tahun 1974 halaman 5 yang menjelsakan tentang metologinya, demikian juga terdapat pada lontar Ciwagama tentang kenapa rumput lalang itu suci sampai sekarang. demikian juga pada Weda Parikrama prihal Cirowista menggambarkan tentang filosopis dari lalang tersebut masih bayak sastra-sastra yang menyebutkan lalang sebagai rumput suci serta penggunaanya dalam upacara Hindu dengan fungsinya, pada blog ini akan terus diulas mengenai Rumput Lalang sebagai Rumput Suci dalam Agama Hindu di Bali, ini sebagi bahan informasi tambahan untuk Umat Hindu untuk selalu belajar  menabah pengetahuan.

TATA CARA NGATURAN PENYINEBAN

                                                                           PENYINEBAN A.       P engastawa Lan Eedan Upacara Penyineban ...