Senin, 15 November 2021

PIODALAN


 

DUDONAN PIODALAN

 

A. CARA MERANGKAI BANTEN CARU

                Merangkai banten caru ini dengan contoh “caru ayam brumbun”,karena caru ayam brumbun ini merupakan inti dari banten caru dan dari caru ayam brumbun ini berkembang menjadi caru-caru yang lainnya seperti caru Panca Sato, Panca Musika,Panca Sanak,Panca Sanak Madurga,dllnya..

Tetadingannya adalah sebagai berikut :

1. Pertama kali ambil sebuah nyiru(ngiu),didalam ngiu itu diisi 5 buah taledan dengan posisi tempatnya : dibagian tmur satu,selatan satu,barat satu ,utara satu danditengah-tengah satu.Pada masing-masing taledan tsb diisi raka-raka(pisang,tebu,jajan ,porosan silih asih)diletakkan dibagian hulunya (pada ujung taledan yang mengahadap keluar) serta diisi rerasmen dengan tempatanya kojong rangkat yang letak rerasmennya sbb:

v  sambal dan garam diletakkan pada kojong kanan

v  ikan-ikan/Gerang,telur diletakkan pada kojong tengah

v  saur,kacang,mentimun,dan terung diletakkan pada kojong kiri.

                Setelah semua berisi rerasmen barulah mulai mengatur untuk mengisi “untek” (tumpeng kecil) dengan aturan sbb:

v  Pada taledan dibagian timur diisi nasi untek berwarna putih sebanyak 5 bh untek,dan memakai satu sampian pusung.

v  Pada taledan diselatan,diisi untek berwarna merah sebanyak 9 bh,memakisatu sampian pusung.

v  Pada taledan di barat diisi untek berwarna kuning 7 bh memakai satu sampian pusung

v  Pada taledan di utara diisi nasi untek berwarna hitam 4 bh memakai sampian pusung juga.

v  Pada taledan ditengah diisi untek berwarna brumbun sebanyak 8 bh berisi sampian pusung.

v  Kemudian membuat nasi pengrekan berwarna brumbun berbentuk/menyerupai wujud ayam,dialas dengan daun telujungan pisang udang saba dan diatas nasi pengrekan itu disusunkan 8 bh kwangen,kemudian nasi pengrekan tsb ditumpukkan pada taledan yang berisi untek brumbun yang letaknya di tengah.

v  Selanjutna diatas nasi pengrekan itu disusunkan olah-olahan ayam brumbun yang sudah lengkap dengan blulangannya.

v  Kemudian diatas olahan itu ditumpuk dengan segehan sasah brumbun,kacang saur,sebanyak 9 celemik dialas sebuah taledan.

v  Di atas segehannya ditumpuk sebuah taledan lagi sebagai tempat keben-kebenan diisi nasi brumbun,kacang saur,serta diatas keben-kebenannya ditumpukkan cawu berisi nasi berumbun kacang saur berjumlah 8 buah.

v  Selanjutna paling atas ditumpukkan dengan banten gelar sanga dengan tetandingannya sbb:

·   Dialas dengan sebuah taledan,serta pada hulu taledannya diisi raka-raka,porosan,sampian plaus

· Pada tengah-tengah taledannya diisi sarana (eteh-eteh daksina),kecuali telur dan kelapa (beras,porosan,wang kepeng 1,tingkih,pangi,pesel-peselan dan gegantusan),

·       Di luar eteh-eteh ini diletakkan celemik sebanyak 9 bh dengan posisi tempatnya melingkar (sesuai dengan pengideran) dengan setiap celemik berisi nasi brumbun,kacang saur, dan sate gelar sanga(lebeng asibak) dengan posisi letaknya tangkainya ke tengah,lalu diatasnya disusunkan canang sari. Posisi letak satenya juga mengarah kesegala penjuru sesuai pengideran,dan tangkai satenya menghadap kedalam. Selanjutnya paling atas diisi canang sari,dan gelarsanga itu ditaruh pada susunan caru paling atas. Dengan demikian selesailah sudah merangkai banten caru ayam brumbun. (Lontar Aji Somya Mandhala).

B.   PENATAAN BANTEN AYABAN CARUNYA.

 

1.  Menata banten ayaban caru letaknya usahakan lebih tinggi dari penataan carunya.

2.      Kemudian penataannya sbb:

v  Pertama-tama menancapkan sanggah cucuk terlebih dahulu karena sanggahnya menjadi pedoman hulu. Pada sanggah itu digantungkan lamak,sampian,dan sepasang sujang berisi arak dan berem

v  Banten sanggahnya adalah banten soda.

v  Di bawahnya( ditanah) letakkan seperangkat banten pejati,banten suci alit asoroh,sebagai hulu banten caru tersebut.

v  Selanjutnya pada samping kanan dari caru diletakkan seperangkat banten pengulapan,beserta alat bunyui-bunyian (prakpak,sampat,tulud,kulkul).

C. P E T U N J U K :

1.   Manakala hendak merangkai upakara caru panca sato lihatlah banten caru ayam brumbun, diambil taledannya yang berisi untek warna putih dikeluarkan dari ngiu,kemudian  diletakkan di bagian timur,selanjutnya buatkan nasi pengrekan putih berbentuk ayam dan diatas pengrekan itu diisi kwangen 5 bh dan nasi pengrekan itu ditumpukkan diatas nasi unteknya. Diatasnya disusunkan olah-olahan ayam putih tulus, dan diatas olahan itu ditumpukkan sebuah taledan lagi beerisi segehan sasah putih sebanyak 5 bh,diatas segehan itu ditumpukkan lagi keben-kebenan berisi nasi putih,kacang saur sebanyak 5 bh, dan diatas keben-kebenan itu disusunkan cawu yang berisi nasi putih,kacang saur sebanyak 5 bh, dan paling atas disusunkan gelar sanga yang warna nasinya juga putih lengkap dengan sate (manut urip yaitu 5 bh sate). Demikian juga untuk yang lainnya caranya sama ( Untuk ayam biying,kuning/putih siungan,hita ).

2.   Penggunaan sengkuwinya.Alas dari olahan caru menggunqkqn sengkuwi denganulatan 9 helai sebagai simbul bhuta matra,letaknya  tersusun dari bawah setelah pengrekan nasinya,dengan sebutan dalam tandingannya disebut “PAJEGAN”. Berisi tandingan lawarnya sbb:

v  Lawar merah letakkan pada bagian kanan dari yang metanding. Ini simbul kekuatan “kala”.

v  Lawar hijau letakkan pada bagian kirinya adalah simbul kekuatan “Bhuta”.

v  Lawar berwarna putih letakkan diantara lawar merah dan hijau,sebagai simnul kekuatan “Durga”.Tetandingan ini disebut “TRI KONA”.

             Perhitungan sate “pajegannya” memakai 3 jenis sate yaitu :sate lembat, simbul kala, sate calon simbul Bhuta, dan sate serapah simbul Durga dengan perhitungan :tiga jenis sate tsb diikat dijadikan satu(menjadi satu pesel) dan banyak peselnya tergantung dari uripnya,misalnya “brumbun” ya 8 pesel (SATE PAJEGAN).

             Tandingan yang kedua berada di atas tetandingan pajegan disebut tetandingan “BAYUHAN” dengan tandingan dialasi sebuah sengkuwi dengan ulatan 7 helai sebagai simbul “prana matra”(keharmonisan alam “embang” atau “prana”. Tetandingan lawarnya sama dengan di atas,dan satenya hanya satu jenis (manut urip,misalnya tengah/brumbun ya 8 katih).

             Selanjutnya di atas tetandingan Bayuhan dibuat tetandingan lagi yang disebut tetandingan “KETENGAN”, Alasnya juga sengkuwi ulatan 5 helai sebagai simbul ‘PRADNYA MATRA” (keharmonisan luar angkasa (langit).Tetandingan lawarnya dan posisinya sama dengan di atas, hanya satenya satu jenis hanya satu katih.

D. P I N A K A  PAKELING :.

           Manakala Ngemargiang Piodalan Kecawisan Antuk Banten Ayaban Kirang Saking Tumpeng 11 Neneten Perlu Ngadegang Sanggah/Sanggar Surya,Riantuk  Daksina Pinaka Huluning Banten Sampun Kangkat Pinaka Upasaksi Yadnya Piodalan Sane Kemargiang.

 


BANTEN PIODALAN DAN

 ETIKA MENATA BANTEN PEMEREMAN DI PIYASAN.

 

A. Banten tergolong madya.

 

1.   Banten Asoroh Matumpeng 17 Yang Disebut Apemereman Terdiri Dari :

v  Banten asoroh tumpeng 11 ditambah pengempu,kurenan,jerimpen 2,tegen-tegenan 1, Suci,selean masing-masing 1 soroh,sesayut sidapurna, sesayut siwa sampurna,tebasan pemiak kala,sesayut bayu rauh dan gering melaradan.

2.   Satu unit pebersihan dan labaan bhuta kala terdiri dari :

v  Prayascita sebuah,Tebasan durnenggala,,segehan cacahan dan tetabuhan tuak arak.,kala hyang dan segeh agung.

3.   Satu unit pesucian dengan runtutan :

v  Tapakan pelinggih

v Pesucian satu unit dengan perlengkapan :sesarik,susur,kuramas,wewangian,toya pawitra,toya wangsuh pada.,tigasan(wastra) putih kuning, saji putih kuning ulamitik atau telor itik.

4.       Masing-Masing Pelinggih:

v  Di sanggar surya suci 1, saji1, rayunan putih kuning ulam itik atau telot itik.

v Di Dasar/Sapta Petala banten asoroh tumpeng 7,pras,penyeneng,canangsari,

v  Di Lebuh sorohan tumpeng 7

v  Di Ratu Ngrurah : sorohanntumpeng 5,ketipat kelanan,ulam itik/teluritik, ajuman. Di bawah segehan manca warna dan kepel 2 sliwah (putih/selem).

v  Jika ada gedong Singasari : Rayunan putih kuning,sekar sarwa merik,lenga wangi burat wangi,rantasan putih kuning,

v   Pada pelinggih-pelinggih lain : Penyeneng,ajuman dan canang sari.

5.   Pepranian, Jejauman, Yaitu Unit Banten Yang Terdiri Dari Ketipat Bantal,Dan Jaja Lebeng Andus Dan Lain-Lain. Dengan banten ayaban tumpeng 7 sebagai banten nganyarin/penyineban.

6.   Menata banten ayaban di piyasan.

v  Sebuah banten pejati diletakkan paling hulu sebagai simbul kepala

v  Sebuah banten gebogan diletakkan sejajar dengan pejati sebagai simbul leher

v  Banten jerimpen dan pengambean,diletakkan di bawah/sor banten pejati pada bagian kiri orang yang menata dengan posisi berjejer dari kiri ke kanan sesuai dengan urutan bayu kiri (dada kiri).

v  Di bagian kanannya diletakkan banten berjejer dari kiri kekanan jenis banten soda,,peras, dan sebuah jerimpen (sebagai simbul bayu kanan (dada kanan)

v   Padas or banten tadi diletakkan banten dapetan merupakan simbul ulu hati/hredaya menjadi sumber kehidupan bhuwana agung dan bhuwana alit.

v  Banten Jerimpen sesungguhnya merupakan simbul kedua tangan,oleh karena itu tidak boleh membuat satu jerimpen,karena maknanya sebagai kekuatan “Surya Murti´dan “Candra Murti” (Kekuatan akasa dan pertiwi).

v   Kemudian banten sesayut dan tebasan letaknya di sor banten dapetan merupakan simbul perut,memiliki maka sebagai kekuatan isin jagat.

v   Lalu banten Pengulapan,Prayascita dan Beyakaon disebelah kanan dari sang pemuput/penganteb.

v  Banten Taksu sang pemuput letakkan disebelah kiri sang muput.

v  Banten Caru letaknya di bawah pada halaman mrajan  di depan pelinggih pokok,merupakan simbul kaki memiliki makna sebagai kekuatan sapta petala.

v  Meletakkan penimpug kea rah selatan dari orang yang menyulutnya  menghadap ke selatann sebagai simbul kea rah Brahma Loka dengan dewa penimpugnya “dewa Utasana” memiliki makna untuk memohon pengesengan dengan kekuatan Brahmanya.

                                Demikian Semoga Dapat Dipedomani Dan Dimanfatkan Dengan Sebaik-Baiknya.

 

                           

 

 

 

  

Kamis, 21 Oktober 2021

NGABEN

 

 

ALA AYUNING ATIWA-TIWA/NGABEN

( KAKETUS SAKING LONTAR YAMA PURANA TATTWA,PURWA TATTWA

PURWANA TATTWA LAN YAMA TATTWA).

 

H A R I/ D I N A

PANCAWARA

WUKU

S u k r a

   Pahing

  Gumbreg

   Umanis

   U k I r

   Umanis

   Merakih

   W a g e

   W a y a n g

   P o n

   Kulantir

   Kliwon

   Sungsang

   Pahing

   M a t a l

Saniscara

   P o n

   U  g  u

   Pahing

   Menail

Wraspati

   Umanis

   Pahang

   P o n

   U  y  e

   P o n

   Landep

S o m a

   P o n

   P a h a n g

   Kliwon

   U y e

   Umanis

   Sungsang

   Pahing

   Klawu

   W a g e

   Medangsia

    W a g e

   D u k u t

   Kliwon

   Landep

   Kliwon

   Wariga

   P o n

   U  g  u

Redite

   P o n

   Medangsia

   W a g e

   Krulut

   P o n

   D u k u t

B u d h a

   Umanis

   Medangsia

   UManis

   D u k u t

   P o n

   Medangkungan

   P o n

   P  u  j  u  t

   Umanis

   Medangsia

   UManis

   Perangbakat

Anggara

   Pahing

   Watugunung

 

                        (PUNIKI KEWASTANIN MRETA MASA).

 

ALA AYUNING SUBHA DEWASA SIOSAN, LUWIRE :


1.  MANUT LONTAR PURANA TATTWA SAJERONING TUNGLEH LAN PANIRON NENTEN BECIK NGEMARGIANG PITRA YADNYA, TALER NEMONIN SOMA KLIWON, KALA GOTONGAN LAN SEMUT SEDULUR. (SEMUT SEDULUR = PANCA WARA + SAPTA WARA = 13, YANING  14 PUNIKA KALA GOTONGAN).

2.  DINA/RAHINA : WRASPATI “KALA” NANGKEN PURNAMA UTAWI TILEM KEWASTANIN “DEWA MENTAS”.

3.  BUDHA WAGE NYUJUR TILEM KEWASTANIN “BUDHA WANAS”.

4.  PURNAMA NYUJUR KLIWON KEWASTANIN “PURNAMA SUTA” (TALER BECIK NGELAKSANAYANG PEBRATAN LAN PELUKATAN).

5.  NAPKALA DINA SANISCARA PINANGGAL 10 TUR PURNAMA SAMPUNANG MARGININA SANTUKAN KEWASTANIN “KALA GRAHA”.(UPAMI NGWANGUN GRAHA/UMAH).

6.  NAPKALA PURWANI PINANGGAL/PANGLONG 6 LAN 8 TAN PATUT KEANGGEN DEWASA.

7.  YANING NGRENCANA NGWANGUN GRAHA / UMAH SANE BECIK MANUT SASIH, INGGIH PUNIKA : SASIH SHRAWANA (KASA), BADRAPADA(KARO),KARTIKA( KAPAT),MARGASIRSA(KELIMA),PAUSYA(KENEM) LAN WAISYAKA(KEDASA). SIOSAN RING SASIH PUNIKI NENTEN BECIK.

8.  PEKARYAN JAGI NGAWITIN NEMBOK SANE BECIK MARGININ INGGIH PUNIKA NAPKALA SUKRA PAHING PINANGGAL 3 LAN BUDHA KLIWON SINTA.

9.  RAHINA SUWUNG/SEPI MANUT BULAN LAN SAPTA WARA,LUWIRE : SASIH KASA (SANISCARA),SASIH KARO, JYESTA (BUDHA), SASIH KETIGA, SADHA (ANGGARA), SASIH KAPAT, KEPITU, KEDASA (SOMA), SASIH KELIMA,KAULU (SUKRA), SASIH KENEM,KESANGA (WRASPATI). PUNIKI ALA DAHAT KEANGGEN UPACARA YADNYA.

10.              ATIWA-TIWA/NGABEN YENING POLIH “WRASPATI KLIWON PINANGGAL 11” KASENGGUH SANG ATMA MANEMU AYU LAN SUCI. SANE GUMANTI SANDANG PATUT TAN WENANG MARGINING PINANGGAL 9, PANGLONG PING 1 , 6 , LAN 14. PINANGGAL PING 9 PUNIKA KEWASTANIN “GAGAK ANUNGSUNG PATI”. YANING PINANGGAL/PANGLONG PING 6 KEWASTANIN “LARUNG PAGELANGAN” ALA DAHAT.


PAWEWEH ALA AYUNING DEWASA KADI RING SOR.

 

1. AMRETA DANTA : BECIK SARAJA KARYA (YADNYA) MINAKADI TAPA, BRATA,SAMADI LAN MELUKAT.  REDITE PINANGGAL 6, SOMA 5,15, ANGGARA,4,BUDHA 3,10, WRASPATI 2. SUKRA 1,SANISCARA 5 LAN 7.

2.AMRETA DEWA : BECIK NGWANGUN WANGUNAN SUCI, LUMBUNG, PWAREGAN (PUNIKI KHUSUS DEWA YADNYA). REDITE PINANGGAL 6, SOMA 7, ANGGARA 3, BUDHA 2, WRASPATI 5, SUKRA 1, SANISCARA 4.

3. AMRETA DEWATA : BECIK SERAJA KARYA UPACARA, NUJU SUKRA PINANGGAL 12.

4. AMRETA GATI : BECIK SERAJA UTSAHA UPAMI METANDURAN. REDITE PINANGGAL 6, SOMA PINANGGAL 7. ANGGARA PINANGGAL/PANGLONG 2,3, 5. BUDHA, 2, 3. WRASPATI PINANGGAL 2,5 PANGLONG 2. SUKRA PINANGGAL 1, 12PANGLONG PING 1. SANISCARA PINANGGAL 7.

5.  AMRETA MASA : SANDANG BECIK GALAH MEYADNYA, NGEWANGUN, COCOK TANAM LAN NGEWENTENANG PATEMON/SANGKEP. SASIH KASA TGL/PANG 10, KARO TGL/PANG 7, KETIGA TGL/PANG 9, KAPAT  NANGKEN PURNAMA, KELIMA NANGKEN TILEM, KENEM TGL/PANG 8, KEPITU TGL/PANG 13, KAULU TGL/PANG 2,KESANGA TGL/PANG 6,KEDASA TGL/PANG 6, JYESTA TGL/PANG 4, SADHA TGL/PANG 1.

6. SANE KEWASTANIN AYU BADRA BECIKNGAWITIN MAUTSAHA, COCOK TANEM LAN NGEWANGUN, INGGIH PUNIKA NANGKEN SOMA TGL/PANG 7 LAN 10,ANGGARA PINANGGAL 3, BUDHA PINANGGAL 12, WRASPATI PINANGGAL 10, SANISCARA PINANGGAL 11.

7.  AYU DANA GALAH BECIKNGEMARGIANG PANCA YADNYA, TALER ASUCI LAKSANA, PUNIA,AMINTA NUGRAHA, TETANDURAN. GALAHE RAHINA SUKRA

8.  AYU NULUS : GALAH BECIK PISAN SERAJA MELAKSANA PANCA YADNYA, SERAJA UTSAHA MEKADI MADOLAN/DAGANG, METETANDURAN. REDITE PINANGGAL PING 3 LAN 6, SOMA PINANGGAL PING 3, ANGGARA PINANGGAL PING 7, BUDHA PINANGGAL OING 12 LAN 13.

9. CARIK WALANGATI  NENTEN BECIK ANGGEN PAWIWAHAN, NGWANGUN WISMA, ATIWA-TIWA : WUKU SINTA,GUMBREG,WARIGA,SUNGSANG,KUNINGAN,PERANGBAKAT,BALA,WAYANG,KELAWU, WATUGUNUNG.

10.DAGDIG KARANA : SERAJA KARYA /UPACARA NENTEN BECIK : REDITE TGL/PANG 2, SOMA TGL/PANG 1, ANGGARA TGL/PANG 10, BUDHA TGL/PANG 7,WRASPATI TGL/PANG 6, SUKRA TGL/PANG 2, SANISCARA TGL/PANG 7.

 

 

                        DUMUGI MAPIKENOH. 0M BADJRODAKOM, OM AH HUM.

   

 

 

TATA CARA NGATURAN PENYINEBAN

                                                                           PENYINEBAN A.       P engastawa Lan Eedan Upacara Penyineban ...